Suka Duka Pelayan Publik Saat Lebaran: Bertugas Dimarahi Anak, di Jalan Dimarahi Pemudik

0 27
Syafrizal nanin
Iptu Syafrizal Nanin, salah satu petugas Pos Pam lebaran di Pos Tanah bedantung yang mengawasi jalur mudik lebaran 2013.

SIJUNJUNG: Liburan Lebaran adalah masa yang ditunggu segenap umat Muslim di seluruh Indonesia . Namun, nikmatnya libur Lebaran belum tentu berlaku untuk semua aparatur negara yang bertugas dalam bidang pelayanan publik seperti kepolisian, petugas medis maupun pelayanan umum untuk transportasi mudik.

Di tengah euforia mudik ini, para pelayan publik ini justru berhadapan dengan tugas mereka untuk memastikan pelayanan diberikan dengan baik kepada para pemudik.

Saat meninjau ke beberapa pos pengamanan lebaran 2013, khususnya pos tanah bedantung Sijunjung, para pelayan publik ini tersenyum mengisahkan pengabdian mereka untuk meninggalkan masa Lebaran bersama keluarga dan berada di jalanan.

Salah satunya adalah Iptu.Syafrizal Nanin, personil dari Polres Sijunjung. Ia bertugas pada Pos Pengamanan Mudik untuk mengatur lalu lintas di Pos Tanah Bedantung Kabupaten Sijunjung, yang mengatur arah lalu lintas dari arah jambi menuju padang ataupun sebaliknya.

“Ya kalau sudah dikasih tugas kita jalankan. Shalat Id kita ikut. Tapi kalau pas ditugasin jaga, ya tetep jalankan,” kata Syafrizal Nanin yang sesekali memperhatikan jalan di depan posnya.

Pria yang akrab disapa Ujang Nanin  ini menyatakan terkadang saat libur nasional, personil polisi tidak dapat mengecap libur layaknya aparatur negara lainnya. Selalu ada pembagian jadwal untuk bertugas.

“Anak-anak kami suka marah karena waktu libur besar kita tidak bersama keluarga. Kalau yang merayakan Lebaran, pas tugas ya hanya bisa telepon keluarga. Kadang anak bilang, ayah ini ayah kami, apa ayahnya siapa, kerja terus, ” kata Iptu Syafrizal sambil tertawa.

Ia menyatakan bertugas saat musim mudik termasuk tantangan yang besar bagi anggota kepolisian. Ribuan kendaraan berada di jalanan dan tak jarang melanggar aturan lalu lintas.

Namun, Iptu Syafrizal Nanin menyatakan itu sudah menjadi tugas kepolisian yang harus dijalankan sebagai bagian dari pengabdiannya. Ia menyatakan kepolisian tetap memiliki kebanggaan tersendiri melayani masyarakat saat mudik. Apalagi jika semua pemudik dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat.

“Namanya juga tugas harus dilaksanakan. Ditelepon dimarahi anak. Di jalan di marahi pemudik. Apalagi kalau kita alihkan arus, sepanjang jalan kita diumpat terus sama pengendara,” kata Jang Nanin.

Sementara itu, Kapolres Sijunjung AKBP. Sugeng Riyadi S.Ik, MH, M.Si menyatakan apresiasinya yang besar terhadap petugas layanan publik baik dari instansi pemerintah maupun anggotanya yang bertugas dilapangan. Ia berharap masyarakat pun menghargai para pekerja layanan publik yang sudah berusaha melayani selama kegiatan mudik Lebaran.

“Saya apresiasi karena mereka bekerja ketika orang lain sedang berlibur. Pelayan publik yang bertanggungjawab harus seperti itu,” kata Sugeng Riyadi.

Aparat lain yang harus rela menunda acara Lebaran, adalah para pegawai yang ikut terlibat dalam operasi gabungan, seperti dari Dinas Perhubungan , TNI dan Satpol PP.

”Biarlah, lain hari nanti kami berlebaran; sekarang yang penting tugas dulu,” kata Jang nanin mengakhiri pembicaraan.

Leave A Reply