Polres Sijunjung gelar razia ilegal mining selama 4 hari Pemkab Sijunjung Dukung penindakan penggunaan alat berat untuk tambang emas ilegal

1 15
Sugeng
Kapolres Sijunjung AKBP.Sugeng Riyadi S.ik, MH, M.Si saat memberikan arahan kepada Tim Gabungan, Kamis (4/7) di Halaman Mapolres Sijunjung

SIJUNJUNG: Polres Sijunjung gelar razia gabungan ilegal mining yang menggunakan alat berat selama 4 hari. Razia tersebut dilakukan sekitar 60 personil gabungan yang terdiri dari aparat Polres, Kodim, Denpom dan Brimob serta dari Dinas Pertambangan dan Energi dan dari Lingkungan Hidup.

Dalam razia yang dipimpim langsung Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi dan Wakapolres Kompol Ari Kurniawan Syah, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam serta Kabag Ops Kompol Syahril tersebut, dititik beratkan pada lima kecamatan, yakni kecamatan IV Nagari, Kupitan, Koto VII dan Kecamatan Sijunjung serta Kamang Baru.

Razia yang dimulai pada kamis 4 juli hingga 7 juli lalu itu, puluhan alat berat ditemukan petugas dalam keadaan rusak seperti di kecamatan Kupitan dan kecamatan Sijunjung. Sementara sebagian lainnya ditemukan tersembunyi di dalam hutan jauh dari lokasi tambang. Untuk menjangkau lokasi tambang tersebut, petugas mesti berjalan kaki sepanjang 5 kilometer dan menyusuri sungai dengan menggunakan Timpek dan motor trail.

Mengenai alat berat yang ditemukan terpisah dari lokasi tambang, Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi S.ik, MH, M.Si mengatakan akan segera melakukan gelar perkara. Bagi alat berat yang nantinya terbukti dipergunakan untuk ilegal mining, dan akan diproses sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

DSC00829
Lokasi Tambang dengan menggunakan Alat Berat di salah satu kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

Kapolres juga kembali menghimbau kepada para penambang ilegal dengan alat berat untuk segera menarik alatnya dari lokasi tambang. Karena dalam hal ini Polres Sijunjung sangat serius memberantas pengguna alat berat untuk ilegal mining.

“Kita akan segera lakukan gelar perkara terhadap temuan alat berat tersebut, dan jika nantinya terdapat bukti bahwa alat berat tersebut dipergunakan pemiliknya untuk ilegal mining, maka akan segera  kita proses, namun proses ini akan memakan waktu karena temuan alat berat tersebut jauh dari lokasi tambang, seperti yang ditemukan di kecamatan Kupitan, Sijunjung dan Kamang Baru,” jelas Kapolres

Sementara kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sijunjung Jhon Kenedi mengatakan sangat mendukung operasi yang dilakukan oleh Polres. Karena Dinas yang dipimpinnya itu juga sudah memberikan peringatan kepada para pelaku tambang ilegal untuk segera menghentikan aktifitasnya, terutama yang menggunakan alat berat.

Sementara mengenai perizinan penggunaan alat berat untuk pertambangan menurut Kasat Pol PP itu, bahwa bagi yang DSC00788memiliki IUP memang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi, namun bagi yang tidak memiliki IUP, izin penggunaan alat berat adalah kewenangan Badan Lingkungan Hidup, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BLHPMPT).

“Pemerintah sangat mendukung langkah Polres dalam membasmi penggunaan alat berat ini untuk menambang emas, karena memang terbukti sangat merusak lingkungan, dan dalam hal ini Dinas Pertambangan dan energi juga telah melakukan pendataan alat berat yang digunakan untuk ilegal mining ini, namun untuk lebih terealisasi, semua unsur harus duduk bersama supaya ilegal mining dengan menggunakan alat berat ini benar-benar hilang dari Sijunjung,”jelas Jhon Kenedi.

Ketua LKAAM Sijunjung Epiradisman Dt. Paduko Alam, juga menyatakan mendukung penertiban serta penghentian aktifitas illegal mining dengan menggunakan alat berat yang sedang gencar dilakukan Polres Sijunjung saat ini. Menurut mantan anggota DPRD Sijunjung itu, bahwa apa yang tengah dilakukan kepolisian adalah upaya penegakan aturan dan hukum terhadap penambang yang tidak memiliki izin.

DSC00801
Salah satu alat berat yang yang berhasil ditemukan Tim Gabungan dan disembunyikan ke dalam hutan oleh pemiliknya.

“Ninik mamak dan tokoh masyarakat banyak yang mendukung penertiban terhadap illegal mining dengan alat berat di Sijunjung oleh Polres, karena setiap penambang tersebut mesti memiliki izin agar tidak terjadi pelanggaran aturan dan kerusakan pada alam,”Ungkapnya. Namun dikatakan Dt.Paduko Alam, bahwa sudah saatnya pemerintah Sijunjung betul-betul memperhatikan masyarakatnya. Dia juga menghimbau kepada Pemkab Sijunjung agar segera mencarikan solusi yang terbaik terkait tambang emas ini.

1 Comment
  1. HR.DAULAY .WK.PA SJJ says

    terus maju,inovasi tiada henti,kami bangga dengan polres sijunjung

Leave A Reply