Pemilihan Legislatif di Sijunjung Ricuh, Massa merusak dan membakar TPS

0 14
massa pendukung salah satu parpol yang beringas dan merusak TPS dihalau satuan sabhara polres Sijunjung dalam simulasi pengamanan pemilu 2014, Selasa 3.4 di lapangan SD 13 Muaro Sijunjung
massa dari pendukung salah satu parpol dihalau jajaran personel kepolisian sijunjung dalam acara simulasi PamSis Kota dalam menghadapi pemilu 2014, Selasa (4/3) di lapangan bola SD 13 Muaro Sijunjung

SIJUNJUNG:  Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di Kabupaten Sijunjung berlangsung “chaos” atau rusuh. Ratusan pendukung salah satu partai politik (parpol) menggeruduk dan merusak Tempat Pemilihan Suara (TPS) lantaran tidak puas dengan proses pemungutan dan penghitungan suara. Massa marah dan berupaya melakukan tindakan anarkhis di TPS seusai pemungutan suara.

Petugas keamanan TPS pun dibuat kelabakan dengan banyaknya massa yang datang. Upaya sejumlah polisi wanita (polwan) untuk meredam emosi massa pun tidak membuahkan hasil. Bahkan tingkah polah massa semakin beringas dan tak terkendali bahkan merusak lokasi TPS.

Mereka berteriak-teriak dan membentak polisi serta petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Situasi direspons Polres dengan mengerahkan pasukan Samapta. Tak pelak aksi saling dorong dan serang antara massa dengan polisi pun tidak dapat dihindarkan.

Untuk mengendalikan situasi, polisi menerjunkan pasukan sabhara serta Dalmas dan 1 unit kendaraan pemadam Kebakaran BPBD Sijunjung untuk membubarkan massa. Namun massa tidak gentar. Mereka terus saja melawan dengan menendang barikade polisi. Bahkan semprotan air dari kendaraan kebakaran kesulitan membubarkan massa.

Akhirnya massa berhasil dipukul mundur. Namun aksi tersebut menelan tiga korban dari pengunjuk rasa dan satu orang personil kepolisian. Tim Polres dibantu dinas kesehatan langsung mengevakuasi para korban ke dalam mobil ambulan.

Adegan tersebut merupakan kegiatan simulasi sistem pengamanan (sispam) kota dalam persiapan pengamanan Pemilu 2014 Kabupaten SSijunjung. Kegiatan tersebut digelar Selasa (4/3) pagi di lapangan SD 13 Muaro gambok.

Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi S.Ik, MH, M.Si yang didampingi Wakapolres Kompol Edison beserta jajarannya saat menggelar jumpa pers seusai kegiatan, mengatakan bahwa simulasi sispam kota untuk melatih kesiapan teknis dan taktis personel Polres dalam menghadapi Pemilu 2014. “ Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Mantap Brata serta kesiapan menghadapi pesta demokrasi Pemilu Legislatif 2014, dan secara umum sudah baik, tapi masih ada beberapa koreksi,” terang Kapolres.

Sugeng Riyadi juga menekankan pentingnya memahami psikologis massa dalam menangani aksi unjuk rasa. Menurut dia, setiap komandan pasukan berperan penting dalam mengatur teknis penanganan massa. “Pecahkan massa untuk mengembalikan kesadaran psikologis personal,” tambahnya.

Selain simulasi penanganan pemilu, aparat personil polres sijunjung juga melakukan simulasi pengamanan terhadap kotak suara atau logistik yang disalurkan, serta pengamanan arus lalu lintas di sekitar area pemungutan suara.

Dalam skenario simulasi tersebut, juga dilakukan adegan, dimana  mobil pengangkut pemilu 2014 dihadang oleh dua orang pemuda berlagak mabuk dan meminta sejumlah uang, namun berkat kesigapan petugas aparat Polri yang melaksanakan pengamanan dimobil pengangkut logistik tersebut, akhirnya dua orang pemabuk tersebut dapat dilumpuhkan dan diamankan ke Polsek.

Acara Simulasi Pamsis kota tersebut melibatkan 211 personil kepolisian resort Sijunjung dibanto 70 orang warga serta aparat TNI dan dihadiri oleh Wakil bupati Sijunjung Muchlis Anwar, Muspida, Muspika, KPUD Sijunjung, Panwaslu serta tokoh-tokoh masyarakat, bahkan dihadiri oleh  pengurus dari utusan partai. (hms.Polres Sijunjung)

Leave A Reply