Kapolda Sumbar Brigjen Pol.Nur Ali: Usut Tuntas Kasus Illegal Mining dengan Alat Berat

0 39
Kapolda Sumbar
DIALOG: Kapolda Sumbar Brigjen Nur Ali berdialog dengan Kapolres Sijunjung AKBP. Sugeng Riyadi S,Ik, MH, M.Si serta Kasatreskrim AKP Abdus Syukur Felani S.IK, Kamis (19/9).

SIJUNJUNG: Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Nur Ali melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Sijunjung, Kamis (19/9). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka membahas persiapan pengamanan menjelang pemilu 2014 serta meninjau alat berat jenis ekcavator yang berhasil diamankan polres Sijunjung yang diduga digunakan untuk illegal mining.

Dalam kunjungan kerja tersebut, saat Kapolda Sumbar meninjau alat berat mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Polres Sijunjung sudah bagus namun belum maksimal karena masih banyak pengaduan masyarakat yang mengatakan masih Maraknya illegal minning

“Kinerja anggota saya dalam penindakan illegal minning sampai saat ini sudah bagus namun belum maksimal dan saya belum merasa puas karena masih banyak masyarakat yang mengadu kepada saya bahwa masih ada illegal minning di sana-sini, dan mengenai kasus illegal mining ini agar diusut tuntas tanpa pandang bulu” ujar Kapolda Sumbar.

Kunjungan Kerja Kapolda SumbarNur Ali juga menegaskan kepada anggotanya yang sedang melakukan penyidikan, bahwa alat berat yang disita oleh pihak kepolisian dan dijadikan barang bukti (BB) tidak diperbolehkan dipinjam pakaikan kepada siapapun, baik pemilik alat atau siapa saja.

Dikatakannya,  maraknya illegal minning yang tersebar di wilayah Sumatera Barat ini khusus untuk kabupaten Solok Selatan dan Sijunjung, menandakan masih kurangnya kesadaran masyarakat kepada aturan dan hukum. Walaupun telah banyak alat berat yang disita dan pelaku illegal minning ditangkap, tapi praktek ini masih tetap juga berlangsung.

“Siapa yang tidak tergiur dengan emas. Tapi emas itu milik kita bersama dan yang merasakannya juga harus bersama. Jadi untuk penambangan emas harus legal dan ada izinnya biar jelas pendapatan untuk daerah berapa dan untuk pengusaha juga berapa. Para pelaku penambang emas hendaknya taat akan aturan dan hukum. Jangan melakukan penambangan emas dengan alat berat karena itu sudah melanggar aturan apalagi gak ada izinnya,” tuturnya.

Dalam penindakan Illegal Minning ini, Kapolda Sumbar menerapkan tiga cara yaitu pendekatan kepada masyarakat, Kabag Sumdapenindakan aparat kepolisian yang terlibat dan penindakan kepada pemodal atau pengusaha illegal minning.

“Areal tambang liar pasti tidak akan terlepas dari tiga hal ini. Makanya untuk menuntaskan illegal minning ini tiga hal ini harus diminimalkan. Terlebih jika ada kedapatan oknum polisi yang melindungi illegal minning,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Sijunjung, AKBP Sugeng Riyadi mengatakan selama Polres Sijunjung memberantas illegal minning beberapa minggu terakhir, pihaknya telah mengamankan 12 unit alat berat dan menahan dua tersangka.

“Sudah kita amankan 12 ekskavator. 10 eskavator sudah diinapkan di mapolres Sijunjung. sedangkan dua lagi masih berada di areal tambang karena saat penangkapan dalam kondisi rusak, alat berat tersebut semakin dirusak agar tidak bisa diperbaiki dan dioperasikan lagi oleh penambang liar,” tuturnya.

Sampai saat ini, hasil pengembangan penyidik Polres Sijunjung kebanyakan yang bertanggung jawab atas illegal minning ini adalah pemodal. Merekalah yang mendekati dan merayu masyarakat untuk membuka areal tambang illegal dan menyediakan peralatan.

“Target adalah pemodal. Bukan pekerja yang berasal dari masyarakat setempat. Sampai saat ini kita sudah mengantongi beberapa nama pemodal dan sudah memasukkan mereka ke dalam daftar DPO, tinggal menunggu saja lagi perkembangan ke depannya, dan kita tidak main-main” kata Sugeng lagi.

Kapolres juga tak hentinya menghimbau kepada masyarakat yang melakukan penambangan agar tidak menggunakan alat berat dalam proses penambangan emas, karena itu melanggar aturan dan hukum, jika terus membandel dan tidak menghiraukan himbauan serta peringatan, maka akan kita tindak tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda juga menyempatkan diri bertatap muka dengan pemerintah Kabupaten Sijunjung, tokoh masyarakat serta meninjau areal pertambangan batu bara di daerah Bukit Bual. Selain Kapolda Sumbar juga hadir beberapa pejabat teras utama Polda Sumatera barat yaitu Irwasda , Karo Rena, Dir Lantas, Dir Intel, Dir Krimsus, Dir KrimUm, Dir Sabhara, Dir Binmas,  serta Kasat Brimob Polda Sumbar.

 

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.