Jalinsum Macet hampir empat Jam, Tawuran Antar Pemuda terulang

0 96
Pecah. Salah satu jendela rumah makan Panorama pecah dilempar batu oleh sekelompok massa, pada peristiwa yang terjadi Sabtu 15.3 malam kemarin
Pecah: Salah satu jendela rumah makan Panorama pecah dilempar batu oleh sekelompok massa, pada peristiwa yang terjadi Sabtu (15/3) malam kemarin

SIJUNJUNG — Aksi tawuran dan saling serang antara warga nagari Tanjung Gadang dan  warga Nagari Tanjung Lolo kembali terulang. Diduga karena hanya gara-gara perselisihan remaja antar dua nagari yang berada di  kecamatan Tanjung Gadang itu, yang terjadi pada Sabtu (15/30) malam kemarin. Ratusan masa dari Tanjung Lolo yang mulai brutal tersebut juga sempat membakar ban di tengah jalan. Hingga mengakibatkan kemacetan kenderaan sepanjang puluhan kilo meter dari dua  arah berlawanan selama hampir 4 jam.

Dalam kejadian tersebut, seorang pelajar yang diketahui bernama Hengki (15)  pelajar SMPN 5 Sijunjung yang merupakan warga Tanjung Gadang mengalami luka tembak senapan angin di keningnya, hingga harus dirujuk ke RSUD Solok setelah sempat dirawat di RSUD Sijunjung.

Sementara itu, dua unit mobil milik Ison, warga nagari tanjung Gadang yang merupakan seorang pedagang ikan laut di jorong Pandam nagari Tanjung Gadang yang tengah parkir di depan rumah juga rusak berat akibat amuk massa yang membabi buta dan tak terkendali. Kerugian pedagang ikan tersebut tak hanya sampai disitu saja, satu unit rumah dan gudang ikan beserta ikan dagangannya juga hancur akibat lemparan batu masa dari Tanjung Lolo. beberapa ton ikan yang sedianya akan mulai dijual pada minggu (16/3) kemarin, berserakan di jalanan aspal.

Selain rumah warga, rumah makan Panorama milik Pardi, yang berada di perbatasan antara edua nagari juga mengalami kerusakan akibat dilempari batu oleh 500-an masa dari Tanjung Lolo. Seluruh kaca jendela rumah makan yang berada di tepi Jalinsum itu hancur berserakan. Bahkan 8 unit sepeda motor yang terparkir di rumah makan tersebut juga tak luput dari sasaran amuk masa yang tidak terkendali.

Situasi berhasil dikendalikan petugas Mapolres yang dipimpin langsung Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi bersama jajarannya, sekitar pukul 03.30 wib dan arus lalu lintas kembali lancar.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, Sabtu malam sekitar pukul 21.30 , massa dari Nagari Tanjung Gadang dan  Nagari Tanjung Lolo hampir terlibat bentrokan fisik di daerah Panorama Bukik Sabalah, daerah perbatasan kedua nagari. Namun berkat upaya yang dilakukan oleh petugas Mapolsek Tanjung Gadang yang dipimpin Kapolsek AKP Supriyadi, emosi massa berhasil diredam dan dikuasai.

Namun akibat ulah salah seorang warga yang membunyikan mercon, akhirnya menyulut emosi massa dari Tanjung Lolo yang kemudian langsung melempari massa Tanjung Gadang dengan batu. Dalam aksi tersebut, beberapa anggota Mapolsek Tanjung Gadang hampir menjadi korban karena berada tepat di tengah-tengah massa yang mulai saling lempar batu.

Bahkan mobil patroli milik Mapolsek Tanjung Gadang sempat menjadi bulan-bulanan massa dan mengalami kerusakan terutama pada kaca bagian belakang. Setelah puas melempari rumah makan Panorama Bukik sabalah, massa terus maju dan menghancurkan sebuah gudang ikan dan rumah milik korban Ison di jorong Pandam Tanjung Gadang yang berada sekitar 500 meter dari lokasi tawuran. Masa juga merusak satu unit L 300 dan satu unit Avanza milik Ison pedagang ikan tersebut. Dalam serangan masa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun beberapa anak korban, terlihat trauma karena menyaksikan secara langsung tempat tinggal mereka dilempari batu sebesar kepalan tangan orang dewasa hingga hancur berantakan.

Untuk mengantisipasi lanjutan aksi anarkis massa, Mapolres Sijunjung meminta bantuan dua pleton dalmas gabungan dari polres Dharmasraya dan polres Sawahlunto untuk berjaga-jaga di perbatasan kedua nagari tepatnya di Panorama.

Informasi terakhir yang diterima, perundingan antar kedua belah pihak tidak jadi terlaksana pada minggu kemarin dengan berbagai alasan. Perundingan kembali direncanakan pada Senin (hari ini) dengan melibatkan semua unsur.

Saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian resor Sijunjung terkait peristiwa tersebut, dan sampai saat berita ini diturunkan, Kapolres beserta unsur terkait masih melakukan upaya perundingan diantara kedua belah pihak. (hmspolres)

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.