Diduga Diserang Lebah Saat Mengambil Madu, Petani Madu Lebah Tewas Terjatuh Dari Pohon 30 Meter

0 53
Korban Mardiano, 50, warga Jorong Puntian Nagari TBAS Kecamatan Sumpur Kudus yang diduga tewas disengat lebah lalu terjatuh, Selasa (7.10)
Korban Mardiano (50), warga Jorong Puntian Nagari TBAS Kecamatan Sumpur Kudus yang diduga tewas disengat lebah lalu terjatuh, Selasa (7/10) saat divisum Tenaga Medis Di kediamannnya

SIJUNJUNG—Niat hati hendak menghidupi keluarga dengan pekerjaan sebagai pencari madu lebah, Mardiano, 50, warga Jorong Puntian Kenagarian Tanjung Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, harus menerima nasibnya diserang hewan yang telah memberi rezki keluarganya selama ini.

Mardiono ditemukan tewas di dalam hutan di Sungai Tuar Jorong Simpang Tiga Sawah Silupak, Kenagarian Tanjuang Labuh Kecamatan Sumpur Kudus, pada selasa (7/10) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB oleh penyadap karet.

Korban Mardiano yang dikenal warga sekitar sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang ambil madu lebah itu diduga terjatuh dari pohon setinggi 30 meter setelah dirinya diserang lebah saat mengambil madu.

Kapolsek Sumpur Kudus Iptu Chairul Salam didampingi Kanit Reskrim Ipda Desfiarta mengatakan, bahwa Mardiano ditemukan pertama kali oleh Tahar, 53 warga Jorong Sungai Templang Nagari Sisawah bersama menantunya yang bernama Andi, 35 saat sedang mengambil hasil karet, di wilayah perkebunan masyarakat.

Dari keterangan Kapolsek, korban ditemukan dibawah pohon dengan kondisi menggenaskan akibat luka benturan batu yang ada di bawah pohon Kemiri saat korban terjatuh. Bahwa menurut kedua saksi Tahar dan Andi kepada polisi, tubuh korban masih dikerumuni lebah saat ditemukan. Saksi juga menuturkan, kalau korban pertama kali ditemukan dalam keadaan hidup, namun akibat luka parah yang dideritanya, akhirnya nyawa korban tak tertolong lagi.

“Saat itu Tahar dan Andi melihat tubuh Mardiano di bawah pohon kemiri dalam kondisi tertelungkup diatas batu yang berada di bawah pohon tersebut, dan ketika ditemukan pertama kali oleh Tahar, korban masih bergerak dan kerubuti oleh ratusan lebah, kemudian Tahar menyuruh Andi untuk mencari pertolongan ke luar sekaligus memberitahu keluarganya. Namun naas, sebelum pertolongan datang, si korban meninggal dunia di tempat kejadian. Setelah itu dia melapor ke aparat setempat dan dilanjutkan melapor ke Polsek. Karena medannya yang cukup sulit serta kondisi hari yang mulai gelap, petugas bersama dengan masyarakat sekitar kemudian mengevakuasi jenazah ke rumahnya,” ujar Chairul Salam.

Chairul salam menambahkan bahwa saat jenazah dibawa ke rumahnya, kepolisian lalu mendatangkan tenaga medis guna melakukan visum. Dan dari hasil visum tersebut, korban meninggal dunia akibat mengalami patah tulang pada bagian tangan sebelah kanan, pinggang dan bagian tubuh lainnya seperti patah tulang rusuk Setelah itu jasad korban langsung di bawa pihak keluarganya untuk semayamkan dan selanjutnya dikebumikan.

Berdasarkan dari hasil olah termpat kejadian perkara dan melihat kondisi jenazah serta keterangan yang berhasil dikumpulkan, polisi menduga korban meninggal disebabkan tersengat lebah, kemudian terjatuh dari pohon saat akan memanen madu lebah. Sebab di tubuh korban tidak ditemukan bekas luka akibat senjata tajam atau bekas pukulan benda tumpul. (humaspolres)

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.