Cuaca ekstrim, 4 rumah rusak tertimbun longsor, 11 rumah terendam banjir

0 47
Gambar-penyebab-banjir-kartun-lucu
Ilustrasi

SIJUNJUNG: Akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Sijunjung Kamis (11/7) malam, sebanyak 4 unit rumah di jorong Batugandang kenagarian Limo Koto kecamatan Koto VII rusak parah  tertimpa longsoran tebing. Tak ada korban dalam kejadian tersebut, namun beberapa peralatan rumah tangga  banyak tertimbun material tanah, dan empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Selain longsor, 11 unit rumah masih di jorong yang sama, sekitar pukul  00.00 wib juga terendam banjir kiriman selama lebih kurang tiga jam. Banjir tersebut sempat membuat warga panik, karena derasnya air yang masuk kedalam rumah mereka. Sehingga banyak barang elektronik yang tak sempat terselematkan warga. Dalam kejadian ini tak ada korban jiwa, namun warga yang menjadi korban juga sempat mengungsi hingga pagi harinya.

Kejadian longsor pada awalnya tidak terpikirkan para korban, karena hujan deras juga sering melanda kawasan itu sebelumnya. Namun kamis malam kemarin (11/7), hujan mengguyur terlihat berbeda dari biasanya. Selain sangat lebat, juga terbilang lama. Sehingga mampu mengikis tebing-tebing bukit yang berada di belakang rumah warga.

Menurut salah satu korban longsor Zulfahmi, 52, longsor terjadi  pada kamis (11/7) malam sekitar pukul 23.00 wib. Empat kepala keluarga yang menjadi korban terkejut dengan dentuman keras pada bagian belakang rumahnya malam itu. Sehingga mereka berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

“Kami tak menduga tempat tinggal kami akan tertimpa longsor, karena sebelumnya juga sering hujan lebat dan juga lama, namun kemarin malam membuat kami sangat terkejut, sehingga ketika terdengar suara keras yang membuat rumah bergetar, kami keluar menyelamatkan diri,”jelasnya

Sementara korban banjir, H. Ahmadi menyebut, banjir yang dialami warga jorong Batugandang malam itu adalah akibat pembangunan ruko yang mempersempit Banda tempat saluran air. Karena sebelum ruko tersebut dibangun, daerah tersebut belum pernah terkena banjir. Namun karena derasnya hujan, dan menyempitnya saluran air, kawasan itu tidak bisa lagi menampung air hujan, sehingga meluap naik ke rumah warga.

“Sebelumnya daerah kami belum pernah kebanjiran seperti ini, namun semenjak pembangunan ruko oleh salah satu warga yang membuat pondasi di bibir banda, air tidak bisa lagi mengalir dengan baik, sehingga meluap keatas,”sebutnya dengan kesal.

Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan yang datang bersama beberapa anggotanya setelah mendapat laporan warga, langsung melakukan pengecekan dan pendataan jumlah korban longsor dan korban banjir. Menurut Hardiwan, hujan yang mengguyur malam itu memang sangat deras, sehingga struktur tanah menjadi labil.

“Untuk sementara kita Cuma bisa mengecek dan mendata jumlah korban, dan besok siang akan kita tinjau kembali para korban, dan kita kembali ingatkan warga agar lebih hati-hati, ketika cuaca ekstrim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, beruntung kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa,” jelas hardiwan.

Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan menghimbau kepada seluruh masyarakat Sijunjung agar berhati-hati dan waspada dengan cuaca ekstrem yang melanda indonesia akhir-akhir ini, sebab cuaca ekstrem tersebut susah untuk diprediksi kapan akan terjadi dan kapan akan berhenti.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.